Krisis sanitasi yang semakin parah di Jammu dan Kashmir (PoK) yang diduduki Pakistan telah memicu kemarahan luas di kalangan warga, yang menuduh pemerintah yang didukung Pakistan lalai dan gagal menjaga kebersihan, bahkan kebersihan dasar sekalipun.
Jalanan yang dipenuhi sampah yang tak diangkut, jalan yang terblokir, dan bau busuk yang tak tertahankan telah mengubah kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan bagi warga.
Warga setempat mengatakan bahwa sampah telah menumpuk selama hampir seminggu tanpa ada tanggapan dari pihak berwenang. Dalam sebuah video yang direkam dari lokasi kejadian, Irshad dan Roshan Khan.
“Sampah ini sudah menumpuk di sini selama empat sampai lima hari terakhir. Tidak ada yang datang untuk membersihkannya,” kata Irshad, menunjuk tumpukan sampah yang berserakan di jalan. “Jalan ditutup, dan lalu lintas macet sejak pagi,” tambahnya.
Roshan Khan mengungkapkan rasa frustrasi yang sama, menuduh pemerintah daerah tidak kompeten. “Tidak ada yang memberi tahu pihak pengelola. Mereka bahkan tidak tahu, atau mungkin mereka tidak peduli. Sudah seminggu, dan tidak ada satu orang pun yang datang untuk mengambil sampah,” katanya.
Sampah yang tak tertangani tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tak nyaman bagi warga sekitar. “Bau sayur dan buah busuk tak tertahankan. Lingkungan semakin tercemar. Kami terpaksa hidup dalam kekotoran,” ujar Roshan.
Irshad menambahkan bahwa masalah ini telah memengaruhi mata pencaharian. “Dulu kami berpenghasilan cukup, tetapi sekarang bisnis kami lesu. Orang-orang menghindari jalan ini karena baunya,” ujarnya, menuntut tindakan cepat dari pihak berwenang.
Meskipun telah berulang kali mengeluh, tidak ada petugas sanitasi atau tim kota yang dikerahkan ke daerah terdampak. Warga mengatakan hal ini mencerminkan kerusakan administrasi yang lebih parah di PoK di bawah kendali Pakistan, di mana pengelolaan sipil masih terabaikan, dan kesejahteraan publik secara rutin diabaikan.